Sherly masih belum dapat mengira-ngira perkataan si Kumis itu.Tanpa memberitahu istriku, aku mencoba untuk memprotes kepada si Kumis. Matanya menatap tajam Sherly. Bokef Karena takut istriku dilukai, aku memberi pandangan isyarat kepadanya agar ia segera melepaskan pakaiannya.Akhirnya dengan berat hati ia melepaskannya satu per satu. Setelah lima menit berlalu dalam keheningan, tiba-tiba istriku mengeluh (lebih menyerupai mendesah), Aku melirik ke arahnya dan mendapati ia tidak lagi menutup matanya. Sekilas aku melihat dari cermin, si Tegap menggerayangi payudara Sherly walau hanya sebentar. Cepat laksanakan! Bagaimana mungkin ludah si Kumis dapat membasahi sepanjang jari-jarinya itu, pikirku. Setelah mengetahui kapal yang kami naiki benar-benar menuju ke New York , kami hanya pasrah saja.Pemeriksaan yang bertele-tele di bandara Dubai sungguh melelahkan. Istriku memang agak penakut dan kurang berani mengungkapkan pendapatnya pada orang lain.




















