‘Siapa takut..’, jawabku tidak mau kalah. ‘sstt.., hh.., sstt..’, mulutnya berdesis seperti ular. Bokef ‘Kalo gitu bukti’in!’, kata Ria. Terus dia berkata, ‘Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?’.Seperti babu kepada majikannya, aku ikuti kata-katanya dan mengikuti langkahnya masuk ke losmen. ‘Kalo gitu bukti’in!’, kata Ria. Sekarang ganti posisi, aku yang telentang dan Ria berada di atasku. Lalu tangan kanannya diarahkan ke punggung, tetapi tangan kirinya masih memegangi BH bagian depannya. Dia tanya lagi sambil bercanda, ‘Kalo aku kasih kesempatan gimana?’.Aku jawab, ‘Yaa.., nggak aku sia-sia’in’. Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya sudah terlepas. Tiga bulan sudah lamanya aku dekat dengannya, jalan kemanapun selalu bersama, walaupun dia belum resmi jadi pacarku, tetapi aku dan dia selalu berdua kemanapun. ‘Emang berani?’, tantang Ria. Ria mulai mencium leherku tapi itu tidak lama karena aku keburu membalik badanku.




















