“Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku mematung di tempatku berdiri. Bokep China Dingin kota ini makin terasa. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Mereka kemudian pergi ke tempat yang dituju. Aku serius soal ini. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Dingin kota ini makin terasa. Aku kini mulai bingung. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Kisah-kisah miris semacam itu sudah jadi makanan sehari-hari. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Aku sudah terbiasa seperti ini.




















