Tak lama kemudian datang lah Darsiman salah seorang OB kami.“Ya Pak? Aku pun bertanya kembali padanya,”Loh koq manggil “Pak” lagi?”. Bokep Montok Dia mulai memainkan lidahnya di lidahku. Karena terkadang entah sengaja atau tidak dia selalu memperlihatkan belahan dadanya ketika menyajikan makanan.Terkadang pula aku sering melihat mbak Merry dicolek-colek oleh karyawan tanpa menepis colekan itu ataupun memarahi kenakalan tangan karyawan pabrik. Aku tersenyum sambil memelai rambutnya.“Jangan takut mbak, kan ga ada orang, yang penting kita nikmati aja yang ada sekarang, dan satu lagi jangan panggil saya Pak, panggil saya mas saja…”. Mbak Merry menjawab ,
”Sebenernya saya suka banget mas begituan, Cuma suami saya ga bisa muasin saya seperti mas tadi…”. Akan tetapi dugaanku salah besar, mbak Merry malah meminta ku untuk mengunci pintu, sambil mulai menurunkan CD nya tanpa membuka rok panjangnya.Aku pun bergegas mengunci pintu ruanganku. Aku pun tersenyum dan




















