Surti pernah memikirkannya, mencari penyebabnya, karena ia tentu saja ingin Bari sering-sering begitu! Bokef Walaupun begitu, rasanya dengan Surti teori itu tidak selalu berlaku.“Aah..” terdengar Surti mulai mendesah lagi, dan pinggulnya berputar-putar gelisah, “Dikit lagi Yang.., tapi jangan semuanya..”Oke boss! Surti tak henti-hentinya memperingatkan agar suaminya makan lebih lambat. Tetapi baru kali ini Bari sadar bahwa istri tercintanya adalah sebuah keindahan yang tidak hanya harus digumuli diremas, tetapi juga dipandang sepenuh kalbu.Surti menarik sebuah kursi di dekatnya. Bravo! Sedikit saja pikirannya terganggu, seorang wanita bisa kehilangan gairah. Sebetulnya, Bari tak pernah punya persoalan bau badan. Dan di sana.., di depan pintu kamar tidur.., Surti berdiri dengan daster tipis yang menampakkan bahunya yang putih mulus. Setelah berganti baju dan sejenak membaca koran sore, Bari mandi sepuas-puasnya.










