Tapi memang pantas. Kemewahan memang tidak selamanya bisa dinikmati. Bokep Montok Begitu juga yang terjadi denganku. Bcrbagai macam perasaan herkecamuk di dalam dada. Tiga atau empat hari lagi, aku pasti sudah tidak sanggup lagi bertahan. Tapi tampaknya semua pembantu di rumah ini sudah tidak asing lagi. Ada empat kamar yang berjajar. “Eh, iya. Dia menggigiti dada serta bahuku. Tapi aku tidak pernah memikirkan biayanya. Di sana aku dilatih dengan berbagai macam alat agar tubuhku tetap segar, kekar dan berotot. Tidak kalah dengan tubuh gadis-gadis remaja belasan tahun. Semula aku ragu dan hampir tidak percaya, karena langsung disuruh masuk ke dalam kamarnya. Rumah yang besar dan megah penuh kemewahan ini ternyata hanya sebuah neraka bagiku.Aku memang ingin lari, tapi belum punya kesempatan. Kalau memang bisa, kebetulan sekali”, sahutnya.Sesaat aku jadi tertegun. Karena rencananya memang mau kabur, aku tidak perlu lagi berpamitan.




















