“Kalau begitu biar saya bantu bawa belanjaannya”, aku mengambil keranjang belanja Vera. Bokeb Boleh dibilang rumahku merupakan rumah terindah di kompleks itu.Aku menempati rumah ini sejak lima tahun yang lalu, dulunya sendiri saja, namun sejak satu tahun lalu aku menikah dan kini tinggal berdua dengan Lia, isteriku. Namun tidak jadi karena pembantuku ternyata sudah tidur.Aku segera datang kembali ke rumah Vera. Sudah bayar? Namun aku melihat tatapan mata liarnya yang seakan menyambut canda nakalku.Kami berjalan menuju mobilku, setelah menaruh belanjaan ke dalam bagasi aku mengajaknya makan dulu. Brengsek, transparan!Dengan cahaya di bawah meja tentu saja aku tak dapat dengan jelas melihat isi celana dalam orange itu, tapi itu cukup membuatku gemetar dibakar birahi. Nanti saya siapkan air hangat”, tanya Vera sambil menggenggam tanganku erat.Dari sorotan matanya sangat terlihat bahwa wanita ini benar-benar membutuhkan seorang laki-laki untuk memuaskan kebutuhan biologisnya.“Hmm..




















