Ia memakai kembali pakaiannya, lalu duduk di pinggir ranjang. Kepalanya makin ringan, berputaran, jantungnya masih berdenyut keras, tetapi Ia memaksakan kakinya kembali ke Bar di lantai atas untuk berpamitan dengan Andre yang berkumpul dengan teman- temannya yang lain di sebuah reserved table.”Guys, gue cabut dulu, ada urusan nih. Vidio Porno Nick melangkah keluar, ke tempat parkir. Pintunya membuka, kerumunan orang berdesakan keluar. Matanya panas terbakar cemburu dan amarah. Ok, sori gue gak sadar,” jawab Susan terengah-engah, jelas Ia sudah mabuk. Kemudian tanpa peringatan tangan Susan meraih bahu Nick, setengah menariknya sehingga kini muka mereka berdekatan. Pelipisnya berdenyut dengan hebat sampai Nick bisa merasakan tarikan otot wajahnya sendiri.




















