Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Aku benar-benar merasa menjadi suami terzalim!“Maryam…!” panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Bokep Montok “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Tes! Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Ucap isteriku kalem.“Iya. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah.




















