Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Salsa malam itu Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Bokef Dan dia juga tidak menolak ketika aku membawanya masuk ke sebuah kamar yang telah kupesan.Jari-jariku langsung bergerak aktif menelusuri setiap lekuk tubuhnya. Bahkan seakan dia sudah lama mengenalku. Dan itu terjadi tanpa dapat dicegah kembali. Salsa duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Padahal baru malam ini aku datang ke klub karaoke ini dan bertemu dengannya.Semula aku memang canggung, Tapi lama-kelamaan jadi biasa juga. Aku mendengar dia mendesah kecil dan merintih tertahan. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang. Tentu saja aku sangat terkejut dengan keberaniannya yang kuanggap luar biasa ini.“Sendirian aja nih…, Omm..”, sapanya dengan senyuman menggoda.“Eh, iya..”, sahutku agak tergagap.“Perlu teman nggak..?” dia langsung menawarkan diri.Aku




















