Orang seperti Hera baru terlelap ketika sebagian pekerja lainnya hendak memulai aktivitas. Apa lagi di kota besar seperti Jakarta. Bokep Tobrut Pulang paling cepat, pukul 04.30. Atau, seorang perempuan menjambak rambut perempuan lainnya dan dua laki-laki saling bertukar bogem mentah ke wajah masing-masing. “Rata-rata tetangga kos tau kok pekerjaan gue apa. Meski demikian, ia mengaku tetap antusias dan mencintai pekerjaannya.Tak jarang Hera mengalami berbagai bentuk pelecehan, penghinaan, dan makian pengunjung klub itu. “Sampai sekarang gue masih inget wajah penipu berbau ‘naga’ itu,” katanya lagi dengan wajah geram.Pahit manisnya bekerja di dunia gemerlap (dugem) sudah pernah ia rasakan. Kami pacaran sudah tiga tahun waktu itu,” kenang Hera.Hingga suatu hari, Hera kedatangan seorang teman perempuannya yang bekerja di Jakarta dan mengajak ia ikut bekerja di Jakarta.




















