Ulasan melodrama Dhiba Hijab Cantik Colok Memek dengan fokus emosi, performa mendalam, dan skor menghantui. Plus: monolog membekas. Vidio Sex Minus: tempo lambat. Cocok buat mood galau produktif. Mulai menonton kisahnya.
“Chie..” desahku. Pertanyaan yang sangat sukat untuk kujawab. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. “Ray, Aku masih perawan.”
Ah! “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Aku sendiri juga heran, kenapa setelah saat itu Chie tidak mengandung anakku. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. Karena Chie adalah seorang sahabat. “Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Ucapan itu sangat pahit dan mengena. Aku tak ingin mendengarnya. “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. Namun aku tak tahu harus tertawa ataukah menangis mendengar sindiran itu.




















