Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Bokep STW Aku tidak mempermasalahkan orang-orang yang sering berjalan dengan lagak, atau orang yang kadang singgah mengencingiku, atau ketika aku jadi bahan lelucon karena sebuah mobil milik pejabat menabrakku. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Darah seketika muncrat ke mana-mana. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Aku tidak menyalahkan pengemis-pengemis yang mencari rezeki dengan mengemis, tapi sekali lagi, aku lebih kagum pada anak itu. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya.










