No info
Dan satu tangannya mengusap air mataku.“Aku nyaman, bahagia, pas dideket kamu. Biarpun begitu aku tidak bisa marah kepadanya, aku paham betul kenapa dia bisa sampai seperti ini. Bokep Mana bondan yg gue kenal dulu ?”“Huuuffffttt” Bondan menjawab sambil mengangkat kedua pundaknya yg mengisyaratkan dia tidak bisa menjawab pertanyaanku.“Bondan bondan, move on dong. Karena aku tau kamu menjaga betul kehormatanmu sebagai wanita” ucapnya.Lagi-lagi air mataku tak dapat kubendung, akupun memeluknya sangat erat dan menangis bahagia di pundaknya seraya berbisik ke telinganya “kasih aku kesempatan cil”.“Kamu kok tau nama panggilanku dulu?” Ucapnya kaget.“Ada deh, aku cinta kamu cil. Tadi katanya gak mau, sekarang adeknya bangun, hehehe” sembari ku elus-gundukan yg ada di selakangannya.“Laki-laki ga normal kalo lagi deket bidadari begini gak bediri adeknya”“Gombal.











