Wajah cantiknya yang bening bagai artis Jepang itu semakin membuatku bernafsu.Gairahku menciumi harum rambutnya sekarang ku arahkan ke bibir kecilnya, ku ciumi lekuk mulutnya dan kugerilya dengan lidahku. Belum mau aku menggunakannya. Bokef Ku biarkan sejenak kontolku menancap dalam memeknya, ku rebahkan tubuhku kembali hingga menindih Minoru. Lalu dia mulai bercerita. Zenit kali ini ingin berpesta untuk kemenangannya melalui masa perkuliahannya.“Selamat bro… IPK 4 nih pastinya…”, olok ku lalu duduk bersamanya.“Hahaha, enggak lah, cukup-cukup saja…”, jawabnya sambil memberikan sebotol bir Guinnesse padaku.“Kita senang-senang dulu hari ini…”, kata Zenit.Kami pun mulai minum. Sampai jumpa lagi kawan, akan ku “siksa” Minoru sesuai dengan pesanmu. “Iya…”, jawab Minoru sedikit keberatan. Kembali aku menyoroti Minoru dengan keadaan sama-sama telanjang.










