Mau tidak ? Let’s fuck.”
“Aku tak suka istilahmu.”
“Terserah. Bokep Colmek “Maaf,” kataku, “aku tak bermaksud…”
“Kamu masih perjaka,” bisiknya memotong sambil tersenyum. Jemarinya bergerak lagi. Ia mengerang lagi. Saat itu ia tampak sangat cantik, sebegitu cantiknya hingga jantungku berdegup kencang setiap kali bertatapan dengan matanya. Mau memaafkanku?” Ia menatap mataku lama. Kami berpagutan, sesekali saling menggigit. Kuharap tidak,” desisnya kemudian. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Kurasa ia sibuk memikirkan tentang semua ketidaknyamanan yang telah kutimbulkan, sementara aku sendiri mungkin terlalu malu untuk memulainya. “Perjaka. Ia sudah melepas cardigan birunya. “Kasar,” bisiknya. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga. Di depan mataku, saat ia membuka pahanya, kulihat sesuatu yang membuatku terpana sesaat.




















