Tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yang pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti akan memanjakan urat dan saraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberapa hari ini. Tanpa banyak buang waktu langsung aku tengkurap di atas ranjang. Bokep Montok Kusibakkan terlebih dulu, lalu bless.. Selesai ditekan-tekan kemudian diurut-urut. Kusingkap pelan kaosnya. Kusibakkan terlebih dulu, lalu bless.. Tanpa dibukanya amplop itu sambil mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar setelah mengenakan jaketnya kembali.Sejak mengenal kenikmatan ‘pijat hotel’ itu, aku mulai sering mencoba-coba. Ah. Sempat kutatap wajahnya, kulihat sekilas-sekilas dia melirik adikku. Coba kalau berkeluarga sebagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru pulang sementara masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu.Sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang.




















