Naya mencium pipiku.“Cupp..!”“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Film Porno Tidur! ahh..” Payudara Fita terasa legit dan kenyal. Kurangkul tubuhnya yang mungil dan hangat. Ternyata setelah kami diperkenalkan, wanita itu adalah adik sepupu Ami. Naya ngantuk niih..”Kalau sudah begitu, percuma saja. Hehehe..Esoknya saat jam istirahat kantor, aku makan siang di Citraland Mall. Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranyamenggantung bebas di depan wajahku.“Van, perah susu gue ya?” pintanya nakal. Katanya loe lagi butuh? Tapi melihat wajahnya yang sedang pulas, aku jadi tidak tega. udahan dulu dong..!”“Kok cepet banget keluar?” ledeknya.“Uaah.., gue kelewat nafsu sih.. Di rumah, tentu saja Naya menanyakan darimana saja aku sampai malam belum pulang. Kurangkul tubuhnya yang mungil dan hangat. Woow.. padahal Naya udah siapin makan malem.” Naya kelihatan kecewa. Karena nafsuku sudah sampai ke ubun-ubun, maka akal sehatku pun hilang.“Cerita doong..!” Ami kembali




















