Mas .” kata SyeniAku turun dari pembaringan, langsung mencopoti pakaianku, seluruhnya. Kekhawatiran saya itu Dok”“Udah diperiksa belum ..?”“Udah sih . Bokep Mom Ah ! cuman …” Dia tak meneruskan kalimatnya.“Cuman apa .”“Saya engga yakin apa itu benjolan atau bukan ..”“Memang terasa ada, gitu ““Kayanya ada kecil . Ada hal lain yang juga tak biasa. Tapi masa .”“Please dokter .. Akupun ikut rebah dan menindih tubuhnya. biasa-biasa aja” Ah mata sipit itu .. ada lagi yang bisa dinikmati, goyangan pinggulnya sewaktu dia berjalan kembali ke tempat duduk. Please . Kalau kuteruskan, ada kemungkinan aku tak bisa menahan diri lagi, keterusan dan ,,,, melanggar sumpah dokter yang selama ini kujunjung tinggi. Kenapa memenuhi semua permintaan yang tak wajar itu? Bukan main.




















