Saat itu aku duduk di depan TV, pura-pura menonton TV. Tidak ada bau yang tak sedap, bahkan wangi sabun masih tertinggal, karena belum lama ia habis mandi tadi.Seperti anak menemukan mainan, kubuka bibir kemaluan Mama, tampak merah bagian dalamnya. Film Porno Lalu kalau ibu tiriku tahu bahwa aku terus-terusan membayangkan tubuhnya dalam gumulanku, seperti dalam mimpi itu, apakah dia takkan marah?Entahlah. Aku tidak tahu kenapa kamar mandi itu dibuat begitu. Paling hebat cuma memegang pergelangan tanganku.Aku tak mau buang-buang waktu lagi. Tapi bibirnya itu… tersenyum lagi… !Sudah lama aku ingin mendapat kesempatan ini, Mam.Ntar…mama pengen pipis dulu, kata ibu tiriku sambil mengeluarkan tanganku dari dasternya, kemudian bangkit dari kursi kerjanya dan melangkah ke arah toilet.Aku jadi dag-dig-dug menantikan detik-detik mendebarkan ini.Keluar dari toilet, Mama tidak duduk di belakang meja kerjanya lagi.




















