Aku cuma tertawa saja, “Da serius, kalau bener bisa dibayar…” evan menghentikan kalimatnya “Kenapa lo mau bayar gw?” kataku cepat..Evan tersenyum dan mengangguk, “Van..buat lo gratis..” jawabku cuek. Bokep Nafsuku bangkit, dibawah guyuran air hangat dari shower, Evan menciumi pundakku, dan leherku terkadang dijilatnya telingaku, membuatku bergetar-getar tersengat dengan birahiku. Namun sewaktu turun aku sengaja membungkuk dengan belebihan sehingga pantatku terlihat semua, lalu aku rasakan tangan-tangan mereka mencubit dan memegang pantatku, aku membayar mikrolet dan sempat berkata. Aku lepaskan celana pendek daleman rokku dan juga kaosku yang sudah basah oleh keringat. “Eh da, jadi bener lo cewe bayaran?” tanyanya lagi. “Udah dulu ya live shownya” sambil tersenyum menggoda mereka hanya tertawa-tawa saja.Aku berlari menuju mobil Evan, dan langsung duduk di depan.




















