Kusempatkan memegang kening Mami Lina dengan tujuan mengecek apakah badannya panas alias tidak. Bersamaan bakal aku mulai lagi permainan ku tadi, sebab aku anggap Mami Lina telah pulas lagi, ku dengar suara serak dan parau dari sebelah ku. Bokep Ojol telah Ma, kami pulang aja, kalau tetap ada yang tak lebih belanjaannya bisa dibeli di warung dekat rumah aja” Tanpa menantikan jawaban Mami Lina, sambil tetap merangkulnya tangan kanan ku meraih kereta dorong belanjaan dan berjalan menuju Kasir. Khayalan ku terhenti sebab sapaannya. Mami Lina memiringkan badannya menghadapku dan tangan kirinya melingkari dada ku, dan menciumi pipi ku. Setibanya di Mobil aku pun membukakan pintu dan mengajar Mami Lina masuk ke Mobil, perlahan aku dudukan dan kurebahkan ke kursi yang berada disebelah supir, dan sambil kedua tangan ku menahan badan Mami Lina rebah, tersenggol lah kedua segi buah dadanya oleh tangan




















