Acara ulang tahunnya biasa-biasa saja. Bokep Jepang Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan.Lidya kembali menghujani wajah, leher dan dadaku yg sedikit berbulu dgn ciuman-ciumannya yg hangat dan penuh gairah membara. Namun memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Namun aku tak tahu dan sama sekali tak merasakan apa-apa karena polos meskipun Lidya menekan dadanya cukup kuat ke dadaku. Lidya hanya diam saja. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa karena polos. Lidya berada tepat di atas badanku, sehingga aku bisa melihat seluruh lekuk badannya dgn jelas sekali. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Aku memang mudah sekali disogok.




















