“Ahkk,” erangku. Bokep Ojol Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Ia melepaskan bibirnya dan menggeleng, saat aku bergerak hendak memeluknya. Alunan instrumen membuatku terlena beberapa saat kemudian.“Kamu terangsang,” ia berbisik tiba-tiba. Kegelian bercampur kenikmatan membuatku terbang ke awang-awang imajinasiku. Nada tak senang terdengar saat ia berucap. Tangan kanannya lalu turun dan meraih batang kemaluanku yang tegang. Indra Lesmana? “Selanjutnya, aku menyuruhmu terlelap.” Ia lalu berhenti menyisiriku, kemudian memelukku. Ia menoleh dan memandangku. Mataku berkunang- kunang beberapa saat kemudian. Kutepis lengannya. Aku tak bermaksud membuatmu tersinggung.”
Ia menatapku. “U-uh. ah… sudah..tentu..” Ia tertawa. Baju-bajuku masih berserakan di lantai. Lalu ia menarik sebelah kantung matanya dengan jemari telunjuk, sambil mengeluarkan lidah. Di sini. Tapi tidak ada. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa.




















