Lantas kami bertegur sapa. Lumayan banyak belanjaan kami. Bokep Mama “Ini luar biasa, mbak Intan sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?” “eh?”, aku kaget. Mbak Intan menjulurkan lidahnya. Aku membelikan sebuah gaun. Tidak merasa telah satu semester lebih saya tinggal dirumah ini. Namun saya tidak meyakini apakah ia cinta juga kepadaku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Tampak senyumnya indah hari itu.Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Saya juga mematikan tv serta menuju kamarku.Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Intan. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Mbak Intan masih di pelukanku. “Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Ia benar-benar cantik. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya.“Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum. Denger dari ibu anda tuturnya anda itu kerap dikirimi surat cinta”“Iya, saat SMA. Saya saksikan ke-2 anaknya telah tidur.Saya keluar dari




















