Katanya mau jadi isteri shalihah? Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Bokep Thailand Air mataku jatuh tanpa terasa. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada tinggi.Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berabaya gelap dan berjilbab hitam melintas. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin




















