Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagian tepi celana dalam.Tapi belum tersentuh kepala juniorku. Bokep Mama Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. Pokoknya turun.“Kiri Bang..!”Aku lalu menuju salon. Betul-betul keras. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Tetapi, aku harus berani. Ciut. Aku masih mematung. Ia cukup lama bermain-main di perut. Lalu asyik membuka tabloid. Atau mau gunting? Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Aku dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Satu dua, satu dua. Dia mau pulang dulu ngeliat orang tuanya sakit katanya sih begitu,” kata Hawin.Setelah beberapa lama menyodoknya, “Terus dong Yang. Di mana? Ia menyentuhnya.




















