Baru saja aku memasang ikat pinggang, Hawin menghampiriku sambil berkata, “Telepon aku ya..!”Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yang disobek sekenanya. Bokep Arab Kini pindah ke paha sebelah kanan.Ia tepat berada di tengah-tengah. Lalu menyentuh Junior dengan sisi luar jari tangannya. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas.Betulkan, ia tidak akan datang begitu saja. Hah..? Angin menerobos kencang hingga seseorang yang membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat.Bau tubuhnya tercium. Aku menggelepar.“Sst..! Lalu memegang pahaku, “Yang mana..?”Yes..! Paling tidak ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan.“Mbak Hawin..,” gumamku dalam hati.Perlu tidak ya kutegur?











