aqu sekretarisnya Pak Adi, aqu akan selesaikan masalah ini dgn mereka” kataqu turun tangan, “Yadi….Tomi…kalian berdua ikut aqu!” kataqu tegas.“Ahhh…jangan Mbak…ampun…iya kita minta maaf deh, kita ngaqu….!” kata mereka ketaqutan.Ting….pintu lift membuka…aqu melotot menyuruh mereka jaga sikap dan mengajak mereka keluar.“Eh….Kir!!” Nia menarik lenganku.“Tenang, gua akan selesaikan kok!”“Mbak! Pak Adi mendekatiku saat rapat terlihat akan usai. Bokef Dgn penuh nafsu bibir kemaluan tersebut ia kuakkan sehingga kelentitnya yg masih tersembunyi mulai nampak sedikit, tanpa menunggu waktu lagi Pak Mahfudz mulai menyeruput kemaluan Bu Angel kuat-kuat seperti menyeruput kopi, akibatnya Bu Angel pun melenguh panjang menerima hisapan kuat itu. Selama hampir sejam, rapat berlangsung cukup serius dan terus terang…membosankan, banyak kata-kata munafik demi rakyat lah, demi umat lah, demi kemashlatan bersama lah, aqu sih sudah sangat kenyg bahkan eneg mendengar semua itu.Bagiku mereka sebenarnya cuma mengutamakan uang, tahta, dan syahwat, hanya




















