lalu kuajak saja dia bermain-main dengan mulutku, Roy..!”
Aku masih tak menyahut. Bokep Cina Aku menjadi sedikit terkejut, sekaligus menemukan jawaban atas keganjilan yang kurasakan. Wanita itu memang betul-betul liar, pikirku. Aku merasakan suatu keganjilan. Kurasakan udara menjadi lebih sejuk. Mungkin akibat pertarungan cinta yang berlangsung dasyat tadi malam. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. Aku menggelinjang sesaat setelah air berwarna kekuningan itu terkuras habis, membuat organ tubuhku itu berangsur-angsur mengendur dan layu.Aku lalu memutar sebuah tungkai penyiram air pada kloset. Sekujur badanku tampak habis matang-matang digigitnya meninggalkan bekas yang membiru.Tak lama kemudian aku kembali ke tempat tidur. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Aku menarik napas panjang.




















