Bodohnya keluar. Bokeb Yang akhirnya kutahu dia pakai parfum produk Lancome. Tapi sekali lagi dia hanya diam dan dengan matanya yang coklat menatapku penuh arti, yang artinya aku juga nggak tahu. Wah bisa celaka aku. Sensasinya benar-benar tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Penisku sengaja belum kucabut, kubiarkan saja mengecil sendiri di dalam vaginanya.Aku bisikan di telinga Vera, “Wo ai ni, Ver…” kataku sok Mandarin. Tapi kan dulu, aku tidak tahu. Singkatnya akhirnya aku tahu nama cewek itu. Aku tidak pernah menyinggung soal keperawanan dia, nggak etis.Sampai sekarang aku masih sayang pada Vera, aku tidak akan pernah melupakan dia dan Vera juga bilang padaku, dia tidak akan pernah melupakanku dan dia tidak ingin dilupakan olehku. Kupikir kalau dia keberatan paling-paling menamparku. Terus kubuka kancing yang mengganggu itu, dia tidak menolak. Waktu itu aku protes dengan Vera, cuma akhirnya aku juga mesti




















