Aku dan Sherly duduk di sofa mengapit Edo di tengah. Aku punya teman akrab bernama Sherly. Bokep Live Obrolan ringan sambil cekikikan itu tiba-tiba sudah kami lanjutkan dengan saling berpelukan dan berciuman, memagut sana sini, sambil mendesah-desah penuh sensasi. Kalau memang lelaki bisa dinikmati bersama, kenapa perempuan harus posesif begitu rupa, pikirku.Setelah hampir satu jam kami bercumbu mesra bertiga, permainan kami segera mencapai klimaksnya. tak sedikit pun rasa iri dan cemburu, malah bangga bisa disetubuhi oleh lelaki seperkasa Edo itu… Begitu perkasanya Edo, sehingga tiba-tiba Sherly memekik kecil dan rebah menutupi tubuh Edo sambil memeluknya erat-erat. Kami pun saling diam lagi sembari menyeruput teh poci yang sedari tadi menemani sore kami itu.Tapi anehnya, setelah terdiam beberapa saat, aku bertanya padanya, “Emang kalau threesome, ama siapa Sher?” Sherly pun tersenyum lebar seolah tanda kemenangan atas godaannya padaku.










