Matanya sayu menatapku. “Oh Mbak… Enak banget”, desisku lagi. Bokep Tobrut Aku bangkit dan kusandarkan tubuh Mbak Titis di tembok dapur dengan posisi tubuh berdiri. Aduh, Pak Min nih ijin melulu deh, umpatku dalam hati. Aku diam saja karena tidak tau harus ngomong apa. Tapi aku suka banget ama yang segitu. Wah, di mana nih. Aku ambil cuti kuliah untuk bekerja di sebuah radio swasta yang baru berdiri. Aku mencoba melingkarkan tanganku di punggung Mbak Titis. Dudukku menjadi tidak tenang. Posisi tubuhnya membungkuk di depanku. Lama sekali ditahan di dalam mulutnya sebelum Mbak Titis menaikturunkan mulutnya. “Ahh.!” Mbak Titis berteriak kecil. Ibu juga pengen megang kok”, katanya sambil tersenyum. Pengen rasanya menyentuh, meremas, mengulum putingnya. Mbak Titis menahan tubuhnya dengan tangan di tembok.




















