“Cinta?”, tanya seorang laki-laki yang berpenampilan necis di depan meja resepsionis. Bokep China “Loh kok pipi sih? “Aduh kejauhan Om, rame lagi, gimana kalo cafe *** aja?”. Laki-laki inilah yang menjadi penyebab selama beberapa bulan ini ia tidak lagi menerima booking-an. Sengaja Cinta berbicara cukup lama dengan sales penjaga counter-counter yang dimasukinya. “Sebutin saja harganya…”.“Cinta gak mau nerima uang Om”. “Ya gitu deh Om”. Disana Om Ridwan dengan setia menemani Cinta berjalan dari satu counter ke counter lainnya. Menurut informasi dari ‘klien’ langganan Cinta yang memperkenalkan mereka, Om Rudi ini adalah seorang pengacara. “Hei Ridwan, gila udah keluyuran aja lu jam segini”, sapa Om Rudi menyapa laki-laki itu sambil menepuk pundaknya“Eh Rud, lu sendiri ngapain disini?”. “Ih Om genit…”, Cinta menyubit pundak laki-laki paruh baya itu.




















