Dua lembar potongan karcis film “Speed” tertanda medio 94 yang lalu masih ada dalam salah satu file-file lamaku. Entah sudah berapa kali kami jalan bersama ke tempat itu. Bokep Barat “Lho kok sendiri, cowok kamu mana?”, tanyaku cepat saat menyadari lingkaran berwarna keemasan melingkar di jari manis kirinya. Saya hanya bisa memandangi mata Revy yang mulai berkaca-kaca saat kembali ia berkata, “Maybe I don’t love him as much as I love you, but he is real for me, Ryo…… And you seems just like a dream for me”, Revy terdiam sejenak, “…and I can’t live in dreams. Hahaha….terasa betapa masih kecilnya kami saat itu.Seulas senyum telah menyambutku, sesampainya ku di sana. Semakin sering kita jalan, ada sesuatu yang mulai mengikat perhatianku kepadanya.




















