Kecil. Saya hanya bisa tersenyum masam sambil bilang terimakasih.Ketika Pak Bambang kemudian menawari minum di kantin, saya pun tidak punya alasan untuk menolaknya. Bokep Cina Akibatnya, tubuh saya yang hampir jatuh, menjadi terpuruk dalam pagutan Pak Bambang. Berjalan dengan lambat. CD juga sudah tanggal. Apalagi, keluarga saya tidak ada yang berada di Solo. Di ruang tamu, kursinya sudah banyak terkelupas, sementara kertas dan koran berserakan di lantai yang tidak pakai karpet.“Ya beginilah rumah saya. Saya kaget.“Ya, mengganggu kalau tidak dilepas,” katanya pula.Tanpa menunggu persetujuan saya, Par Bambang menggeser bagian atasnya. Saya merasakan bulu-bulu memek saya tersentuh tangannya. Sudah hampir tujuh tahun bercerai dengan istrinya. Ia tidak bercerita mengapa pisah dengan istrinya. Usianya mungkin sudah 50 tahun.




















