“Terima kasih pak!” kataku sambil tak lupa memberikan senyum semanis mungkin.“Winda!” teriakan seseorang mengejutkan lamunanku. Bokep Asia Oh, yang mau minta ujian lagi itu ya?”. Terus…, terus…, aku tak peduli lagi dengan gerakanku yang brutal ataupun suaraku yang kadang-kadang *****ik menahan rasa luar biasa itu. Harus kuakui memang, walaupun dia lebih pantas jadi bapakku, namun sebenarnya lelaki tua ini sering membuatku berdebar-debar juga kalau sedang mengajar. Bisa jebol milikku dimasuki benda itu. Tapi bahkan kini aku kewalahan menghadapi Pak Hr. “Pak…!”, rintihku memelas. “Aku tidak bisa janji!”, sahutku seenaknya sambil bangkit berdiri dan keluar dari kamar mencari kamar mandi. “Ehh…! Lalu dengan perlahan ia mendekatiku. Terbayang olehku saat-saat aku dicumbui seperti itu oleh Aldy, entah sedang di mana dia sekarang.




















