Pada jam 12 tengah malam, bulan nampak bersinar terang benderang. Bokef Veggy’nya. Pengalaman banget dia ? Tak ada sahutan sedikitpun, yang terdengar hanya raungan monyet-monyet liar, suara burung, bahkan sesekali auman harimau.Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. ” Biasa main dimana ?” tanyanya
“Ada apa sayang?” tanyaku kembali. Veggy’nya hangat sekali bagian dalamnya, bulunya lebat. Shirt nya, BH nya, wah aku melihat seluruh tubuh Anisa. Hingga hari gelap kami tersasar dan belum bertemu dengan rombongan di depan. Anisa menciumi pipiku, bibirku, lalu membisikkan kata” Aku suka kamu ” Aku juga membalasnya dengan kalimat mesra yang tak kalah indahnya. Ku kabari Anisa dan dia datang kerumahku di Bandung, dia juga membawa putranya yang diberi nama Rangga, cuma Rangga berbeda usia tiga tahun dengan Anisa putriku.Aku masih merasakan getaran-getaran aneh




















