My oh my… ibu memang paling mengerti diriku. Pembicaraanku dengan Fariz, bagaimana aku bersandar john manja di bahunya. Bokef Nanti dia tidak akan mengijinkan aku pergi sendiri tanpanya, ” kataku bersandar di bahunya malam itu. Kubaca terlebih dahulu profilnya. Beliau juga mengaku telah bersalah sudah mengikuti keinginan sesaat saja. Dan dari kegemaran yang sama itulah kami jadi semakin dekat. Nanti aku jelasin deh sama mas Stroller. Namun entah mengapa hatiku terasa hampa dan aku merasakan hambar. “Suamiku bagaimana? Segera saja setelah semua hidangan itu masuk memenuhi rongga perut, kuceritakan semua uneg-uneg di kepalaku. Ibu ternyata juga punya rahasia. Tak butuh waktu lama akhirnya kami saling bertukar nomor telepon.




















