Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Bokep Indonesia Kenapa? Aku tidak pernah bertanya. “Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Aku memekik dan mulai menangis. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu.




















