Juragan nyentuh bagian depan kancut saya! Saya panik, orang-orang di sekitar ramai-ramai ngangkut Simbok ke rumah sakit. Bokeb Belum pernah ciuman? Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siap-siap untuk keluar, menari. Saya tahu ini nggak benar, dan harusnya saya berhenti, tapi godaan duit terlalu kuat. “Kenyal-kenyal kalau diremas…”“Kh… ihh… apa iya…?” kata saya, sambil merasa jari-jari Juragan memenceti sepasang tetek saya. Juragan tersenyum melihat saya.“Wahh…susu kamu gede, ya? Semüa orang di dalamnya mesti berjüang dan berkorban biar tidak tersingkir, dan tidak semüa jalan yang bisa dilalüi itü terang-benderang…Izinkan saya menceritakan kisah hidüp saya. Mungkin saban hari saya menangis, sedih mengingat Simbok, juga kesepian.




















