pasti belum, kalau tidur kamu kok kuat sekali!”, omelnya. “Enak saja, aku yang rugi Mbak, perusahaan tidak mengasuransikanku dari cubitan”, kataku serius.Tak lama kemudian pesanan kami datang. Bokep Jilbab/Hijab Sekalian saja aku pamitan padamu jika dalam beberapa hari kedepan kita tak bisa ketemu lagi. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. “Pingin tahu rasanya?”, tanyanya dengan senyum menggoda dan menuju ke arahku. “Mbak sudah benar, kalau Mbak bangun dan membantuku, bisa-bisa tambah kacau”, kataku sambil memikirkan pekerjaan yang akan kuhadapi besok. Selesai mengemasi semua berkas dan catatan, kucoba berdiri dan memutar-mutar kepala untuk melemaskan otot leher dan punggung.Kukenakan jaketku dan keluar dari kamar mencari hawa segar. Kudorong sisi kiri tubuh Iswani sehingga membelakangiku dan sama-sama menghadap kesamping kanan.




















