Wajahkumerah padam. Bokep Hot Tetapi,bayangan itu terganggu. Ia menyentuhnya. kata wanita setengah baya itu.Aku tengkurap. Dadaku tibatiba berdegupdegup.Bang, Bang kiri Bang..!Semua penumpang menoleh ke arahku. Agar kejadian kemarinterulang. Yes.., akhirnya. Toh, sisetengah baya itu pasti sudah lebih dulu tiba disalonnya. Haruskahkujawab sapaan itu? Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokandepan, kurang lebih 100 meter lagi. Iatidak lagi dingin dan ketus. Palingtidak aku dapat melihat leher yang basah keringatkarena kepayahan memijat. Langkahku semangat lagi. kataseorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Ia terusmengelap pahaku. Laluasyik membuka tabloid. Akudipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tidak meninggalkan aku. Bautubuhnya tercium. Aku bisa dapatkan ia, wanita setengahbaya yang meleleh keringatnya di angkot karenakepanasan. Pasti terburuburu. suara itu lagi, suara wanita setengahbaya yang kali ini karena mendung tidak lagi adakeringat di lehernya.




















