Kuceritakan sedikit tentang hubunganku dengan Sarah selama ini, sampai pada acara ‘apel’ pada saat itu.“Kalau soal pengin ngapa-ngapain, yah, itu sih awalnya memang ada. Kulirik arloji menunjukkan jam setengah 9, berarti Mbak Indah terlambat setengah jam.“Sori terlambat. Bokep China Pertahananku nyaris jebol, tapi aku belum mau terjadi saat itu. Segera kubimbing dia agar rebahan dan telentang di lantai kamar mandi. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan, berkali-kali. Dia pulang setiap 2 minggu atau sebulan sekali. Males aku deket-deket orang jorok,” Mbak Indah tampak cemberut. Sama sepertiku, hanya beda level. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan, berkali-kali. Setelah itu, dilanjutkan ke bawah lagi, berhenti di dadaku. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.***Yang disebut kamar kos oleh Mbak Indah ternyata sebuah paviliun. Kukira Mbak Indah ini lembut kayak Sarah, ternyata galak juga!” Aku tersenyum menggodanya.“Ih, senyam-senyum mlulu.




















