“Lidya ulang tahun. “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Bokep Rusia Seperti ada denyutan yg hangat. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. “Mau apa ke kamar?”, tanyaku tak mengerti. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Dan juga anak terakhir. Dan memang benar, ternyata Lidya berulang tahun malam ini. sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali.




















