Shafiira diam aja.“Shafiira! Bokep Barat Serbuuuuu!!” Serentak, delapan orang iitu maju seolah mau mengejar kita, aqu dan Shafiira langsung mundur sembari tertawa-tawa. Ia mendesah-desah keenakan sembari merem-melek. Shafiira malah dgn santaii tiiduran telungkup di kasur mereka, aqu riisiih banget meliihatnya, tetapi diam aja. Kemaluannya lebiih besar dan menggaiirahkan, sehiingga membuat mata-ku terbelalak terpesona. Entah siapa yg mulaii, banyak yg menyiindir Shafiira.“Shafiir… nggak taqut digrepe-grepe lu di atas sana?” tanya Rahadi bercanda.“Siapa beranii, ha?” tantang Shafiira bercanda juga. Shafiira memang sangat menariik, apalagii ia seriing menggunakan seragam atau pakaian yg minim… pedulii amat kata guru, pesona jalan terus!Waktu darmawiisata sekolah ke Ciibubur, aqu dan dia sekamar, dan 4 orang laiin.




















