Dilihatnya Safiq yang meringkuk ketakutan di sampingnya. ”Enak, Mi?” tanya bocah kecil itu dengan polos, matanya menatap sang bunda sebelum beralih memandangi selangkangan Anis yang masih mengucurkan sisa-sisa cairan orgasmenya.Anis mengangguk, ”Nikmat banget, Sayang.” bisiknya sambil berusaha untuk bangkit. Bokep Mama Anis pasrah saja saat bibir kemaluannya mulai disentuh oleh Safiq, dari mulai jilatan yang sopan hingga semakin lama menjadi semakin gencar. ”Cepet banget tegangnya, padahal barusan keluar.”
Safiq tersenyum, ”Trims, Umi. Dengan pengalamannya, Anis bisa mengetahui penyebabnya.Maka dengan cepat ia bangkit berdiri dan meraih penis Safiq, lalu dimasukkan ke dalam mulutnya.“Ahh, Mi!” Safiq menjerit, sama sekali tak menyangka kalau sang bunda akan berbuat seperti itu.Dan asyiknya lagi, rasanya ternyata begitu nikmat, lebih nikmat daripada dikocok pake tangan. ”Kenapa, Mi?” tanya Safiq kebingungan. Wanita itu memeluknya dengan erat. Mereka terdiam untuk beberapa saat.




















