No info
Akhirnya aku pilih halaman stasiun Pasar Turi yang terus terbuka dan ramai sepanjang 24 jam. Aku merasakan kehangatan mereka sebagai sesama banci atau waria. Bokef ‘Bagaimana kalau kamu ajak tuh.., tuh.., siapa namanya anak muda itu tuhh..’, kutunjuk si jangkung kerempeng yang tidak jauh dari tempatku mengobrol ini. Di hotel kecil seperti itulah aku akan lebih leluasa melaksanakan obsesiku.Sesudah mandi dan makan pagi, aku mencari mobil sewaan. Wah, berabe nih, timbul bekas cupang dong, tapi hal itu terlalu nikmat untuk kutolak atau kuhindari.Kemudian kami saling melumat. Rok yang berakhir tepat di lutut. Kuambil cermin riasku, kuseka semua coreng moreng di mukaku. Aku mengenakan dasi Valentino yang baru kubeli dari Singapore lengkap dengan jepitannya. Semua yang pernah kupakai selama 2 malam di jalan Irian Barat itu, akan kuberikan untuk Bella dan teman-teman lain, sebagai kenanganku atas keramahan teman-teman di Jalan Irian











