Aku duduk di atas bangku temanku terdepan. “Dy… pegang ini sayang… remaass… sayaanggg… nggg… ssstt… nikmat sayanggg… ssstt..”Tanganku gemetaran dan langsung kuremas keras-keras. Bokep Montok Dia terus saja menerangkan. Aku tidak memakai celana dalam. Tidak disangka deh kalau orang secantik dia bisa marah. Karena saking banyaknya yang kukeluarkan dan dia sendiri habis mengalami sentakan hebat dan lemas, sampai dia terbatuk-batuk tersedak air maniku. Komplotan kami sebenarnya tidak takut berkelahi, tetapi kalau ada yang ‘jadi’, kami juga tidak takut ‘beli’. Posisiku sangat tidak enak, aku ditekan dari belakang, badannya agak miring ke kanan dengan tangan yang terus corat-coret di kertas buram. Toh anak-anak yang satu SMP dulu masuk sekolah ini juga kehilangan teman-temannya yang diandalkan untuk jadi tukang pukul.Hari pertama masuk penataran (perlu diingat, saat ini masih masa orde baru) kami diperkenalkan kepada guru-guru PPL yang berjumlah sekitar 9 orang.




















