Ghooh!Mata saya melotot, mulut saya nganga, mungkin lidah saya menjulur keluar, saya sudah nggak peduli semesum apa tampang saya selagi saya menjerit keenakan itu. Saya panik, orangorang di sekitar ramairamai ngangkut Simbok ke rumah sakit. Bokep Jepang Sempit banget!Perawan? Dan menjeritlah saya.Juragan mendengar saya njerit, dan langsung memegangi tangan saya sambil ngangkat pinggulnya sehingga burungnya masuk sedalamdalamnya ke memek saya.Khn! Sakit! Beliau diam saja. Jiah!Saya kaget waktu Juragan mencubitcubit pentil saya.Gimana Denok, kamu suka dicium seperti tadi? Tapi apakah itu benar atau nggak, saya nggak mau tahu, biarlah itu jadi rahasia Simbok. Juragan terus duduk memperhatikan saya yang kalang kabut pakai baju. Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siapsiap untuk keluar, menari.




















